Friday, November 8, 2013

Sisi Lain dari Sebuah Kota ( Renungan Diri )

Assalamualaikum para reader....
Hari ini penulis ingin membahas tentang sesuatu yang terkadang tidak kita perhatikan keberadaannya.

Langkah Demi Masa Depan
Saat penulis sedang berjalan-jalan dan memfoto-foto,saya menemukan seorang bapak-bapak dengan membawa anak dan karung yang berisikan dengan sampah plastik.Dari kejauhan terlihat bahwa lelaki yang perkasa ini mencari sesuatu yang berbau plastik untuk dapat dijadikan uang untuk kebutuhan sehari-hari.Terlintas perasaan iba di hati,sungguh sulitnya mencari sesuap nasi untuk melanjutkan hidup.

Istirahat Sejenak
Saat mengikuti lelaki yang gagah itu,penulis melihatnya sedang duduk dan memandangi keramaian kota,sembari mengisi tenaga yang sudah hilang saat menempuh jalan yang panjang.Sungguh berat perjalanan ini,dengan upah yang tidak sesuai dibandingkan tenaga yang dikeluarkan,tetapi beliau tetap melanjutkan pekerjaannya untuk menyambung hidup anak-anaknya dan berharap nasib anak mereka lebih baik dari hidupnya.Sungguh mulia niat mu wahai bapak yang selalu bekerja tanpa kenal lelah.

Saat Menemuinya

Setelah melihatnya dari kejauhan,penulis mencoba mendekati lelaki hebat ini dan mencoba bertanya tentang aktivitas yang dilakukan oleh beliau.Taukah anda,beliau pergi dari rumah sekitar jam 6 pagi dan saat itu sudah pukul kurang lebih 10a.m dan yang didapatkan hanya sekitar 3Kg saja.Hasil dari pencariannya akan dijual ke pengepul dengan harga Rp.1.500,- per Kg.

Wow bayangkan dalam waktu kurang lebih 4jam hanya mendapatkan uang sekitar Rp.4.500,- ,dan kira kira perhari mendapatkan sekitar 10-20Kg berarti jika dijadikan uang sekitar Rp.15.000-Rp.30.000,- saja.Bayangkan seharian bekerja dengan berjalan kesana kemari,dengan melawan teriknya matahari,kotornya debu dijalanan,capeknya dalam mencari dan lain sebagainya.Tapi lelaki ini tetap tabah menjalani hidup ini,karena beliau yakin bahwa Allah tidak pernah tidur,dan akan melihat usaha yang dilakukan umatnya.

Sejenak penulis terdiam melihat cerita dan pengalamannya,sungguh tidak mudah untuk melanjutkan hidup.Bayangkan kita yang mungkin bisa dikatakan mempunyai rezeki yang lebih,kenapa kita harus sia-siakan itu semua??sedangkan kita tahu bahwa masih ada yang membutuhkan itu semua.Semoga saja setelah membaca ini kita semua sadar dan bisa lebih bersyukur dan berjuang untuk dapat hidup lebih baik dari sekarang.
"Yang dilihat itu bukan apa kita dulu,tetapi yang dilihat adalah siapa kita sekarang - Fadhli Farsa"

No comments:

Post a Comment